Apakah Anda mengira keramik dan granit adalah material yang sama karena tampilannya mirip? Jika iya, Anda tidak sendirian, sebab banyak orang masih bingung soal beda keramik dan granit. Padahal, memahami beda keramik dan granit sangat penting agar Anda tidak salah pilih material untuk lantai rumah. Selain berbeda dari segi bahan, kedua material ini juga memiliki karakter dan harga yang jauh berbeda. Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas tuntas perbedaannya, sekaligus membantu Anda menentukan mana yang lebih cocok untuk rumah.
Apa Beda Keramik dan Granit?

Sebelum memutuskan material mana yang akan Anda pilih, sebaiknya Anda memahami dulu perbedaan mendasarnya. Berikut penjelasan lengkap seputar beda keramik dan granit dari berbagai aspek.
1. Perbedaan dari Segi Bahan Dasar
Pabrik mencetak dan membakar campuran tanah liat, kuarsa, dan feldspar pada suhu tinggi untuk membuat keramik. Proses pembuatannya membuat keramik memiliki tampilan yang seragam karena hasil produksi pabrik.
Sementara itu, granit merupakan batuan alam yang terbentuk secara alami di dalam bumi selama ribuan tahun. Karena berasal dari alam, setiap lempengan granit memiliki pola urat dan warna yang unik serta tidak ada duanya.
2. Perbedaan Tingkat Kepadatan dan Daya Serap Air
Salah satu beda keramik dan granit yang paling mencolok terletak pada kepadatan materialnya. Keramik memiliki pori-pori yang relatif lebih besar, sehingga lebih mudah menyerap air dan kelembapan.
Sebaliknya, granit memiliki pori-pori sangat rapat sehingga daya serap airnya jauh lebih rendah. Karena itu, granit lebih ideal untuk area yang sering terkena air seperti dapur atau kamar mandi.
3. Perbedaan Daya Tahan terhadap Goresan dan Benturan
Dari segi kekuatan, granit jauh lebih unggul ketimbang keramik biasa. Material granit tahan terhadap goresan, benturan, dan mampu bertahan puluhan tahun tanpa kehilangan kilaunya. Sementara itu, keramik cenderung lebih rentan retak atau pecah apabila terkena benturan keras. Bahkan, permukaan keramik juga berpotensi kusam seiring berjalannya waktu jika tidak Anda rawat dengan baik.
4. Perbedaan Motif dan Variasi Desain
Karena pabrik memproduksinya secara massal, keramik menawarkan variasi motif yang jauh lebih beragam. Anda bisa menemukan keramik bermotif kayu, marmer, hingga batu alam dengan harga terjangkau.
Di sisi lain, motif granit terbatas pada corak alami batuan itu sendiri, sehingga variasinya cenderung lebih sedikit. Meski begitu, keunikan setiap lempengan granit justru menjadi nilai tambah tersendiri bagi sebagian orang.
5. Perbedaan Sistem Grade atau Kualitas
Baik keramik maupun granit sama-sama memiliki sistem grade untuk menentukan kualitasnya. Keramik umumnya terbagi menjadi tiga grade, mulai dari KW 1 dengan presisi terbaik hingga KW 3 dengan cacat yang lebih terlihat.
Sementara itu, granit terbagi menjadi empat grade, di mana KW 1 memiliki intensitas warna paling tajam. Semakin tinggi angka KW, semakin rendah pula kualitas material tersebut.
6. Perbedaan dari Segi Harga
Wajar jika harga menjadi pertimbangan utama saat memilih material lantai. Harga keramik biasa umumnya mulai dari puluhan ribu rupiah per meter persegi.
Sebaliknya, harga granit jauh lebih tinggi karena proses penambangan dan pemolesannya membutuhkan biaya besar. Meski begitu, investasi pada granit sering kali terbayar lewat daya tahan dan nilai estetika yang bertahan lama.
7. Perbedaan Cara Perawatan
Granit termasuk material yang praktis dan rendah perawatan karena permukaannya tetap mengilap tanpa banyak usaha. Anda hanya perlu membersihkannya secara rutin agar tidak ada noda yang menempel.
Sementara itu, keramik membutuhkan perhatian lebih agar tidak mudah kusam, terutama pada area yang sering terkena air dan kotoran.
Mana yang Lebih Bagus untuk Rumah?

Setelah memahami beda keramik dan granit, kini saatnya Anda menentukan pilihan sesuai kebutuhan. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa membantu keputusan Anda.
1. Granit Lebih Unggul untuk Area Lalu Lintas Tinggi
Bagi Anda yang menginginkan lantai tahan lama untuk area sibuk seperti ruang tamu, granit menjadi pilihan tepat. Ketahanannya terhadap goresan membuat granit cocok untuk area yang sering banyak orang lewati.
2. Keramik Lebih Ekonomis untuk Anggaran Terbatas
Jika renovasi rumah Anda memiliki bujet terbatas, keramik tetap menjadi pilihan yang masuk akal. Selain harganya terjangkau, pilihan motifnya juga cukup variatif untuk berbagai gaya interior.
3. Granit Cocok untuk Area Basah seperti Dapur
Karena daya serap airnya rendah, granit lebih ideal Anda gunakan untuk dapur atau area yang sering terkena cipratan air. Dengan begitu, risiko lantai lembap dan berjamur bisa Anda kurangi.
4. Keramik Lebih Fleksibel dari Segi Motif
Bagi Anda yang ingin bereksperimen dengan berbagai motif dan warna, keramik menawarkan lebih banyak pilihan. Karena itu, keramik cocok untuk Anda yang gemar mengganti nuansa interior sesuai tren.
5. Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Bujet Renovasi
Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap kembali pada kebutuhan dan anggaran Anda. Kombinasi keduanya juga bisa Anda terapkan, misalnya granit untuk ruang tamu dan keramik untuk kamar tidur.
Ayo segera beli keramik di Toko Keramik Surabaya! Terdapat banyak pilihan keramik dengan berbagai ukuran, motif dengan kualitas terbaik. Langsung saja hubungi admin kami melalui tombol WhatsApp di bawah ini.
Baca Juga: Inspirasi Motif Keramik Lantai Teras Minimalis untuk Rumah
Kesimpulan
Pada dasarnya, beda keramik dan granit terletak pada bahan dasar, daya tahan, harga, hingga cara perawatannya. Granit unggul dari sisi kekuatan dan kemewahan, sementara keramik lebih fleksibel dan ramah di kantong. Selain itu, tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih baik, karena semua tergantung kebutuhan ruangan Anda. Dengan begitu, Anda bisa memilih material yang paling sesuai untuk rumah impian Anda.
