Apakah lantai baru Anda cepat tampak baret padahal baru beberapa bulan terpasang? Jika iya, Anda perlu mengenal skala mohs keramik lantai sebelum membeli. Skala mohs keramik lantai membantu Anda memperkirakan seberapa tahan permukaan terhadap goresan sehari-hari. Selain itu, angka ini mudah Anda pahami meski Anda bukan ahli material. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas arti skala Mohs, cara mengukurnya, dan cara memilih keramik yang tepat.
Mengenal Skala Mohs Keramik Lantai dan Artinya

Sebelum mengukur, sebaiknya Anda memahami dulu dasar skala ini. Berikut penjelasan lengkap seputar skala mohs keramik lantai dan cara membacanya.
1. Skala yang Mengukur Ketahanan Gores
Skala Mohs membandingkan kekerasan sepuluh mineral berdasarkan kemampuan saling menggores. Mineral yang lebih keras menggores mineral yang lebih lunak, bukan sebaliknya. Karena itu, angka yang lebih tinggi berarti permukaan lebih sulit tergores.
2. Sepuluh Mineral sebagai Patokan
Urutannya mulai dari talk (1), gipsum (2), kalsit (3), fluorit (4), dan apatit (5). Selanjutnya ada feldspar (6), kuarsa (7), topas (8), korundum (9), dan berlian (10). Dengan begitu, Anda punya patokan sederhana untuk membandingkan material.
3. Hanya Mengukur Goresan, Bukan Benturan
Angka Mohs tidak menunjukkan kekuatan keramik saat menerima benturan atau beban berat. Jadi, keramik yang keras tetap bisa pecah jika benda berat menimpanya. Oleh sebab itu, jangan jadikan Mohs sebagai satu-satunya pertimbangan.
4. Kuarsa Bernilai 7 dan Menjadi Penyebab Utama Baret
Pasir mengandung kuarsa dengan kekerasan 7 pada skala Mohs. Akibatnya, butiran pasir yang terbawa sepatu bisa menggores sebagian besar keramik dan porselen. Itulah alasan lantai dekat pintu biasanya paling cepat tampak kusam.
5. Kisaran Angka pada Keramik dan Porselen
Umumnya, skala mohs keramik lantai berglasir berkisar 5 sampai 7, sedangkan porselen berglasir sekitar 6 sampai 8. Namun, angka tiap produk bisa berbeda. Karena itu, anggap kisaran ini sebagai gambaran umum, bukan jaminan.
6. Permukaan Mengilap Lebih Mudah Tampak Tergores
Pada permukaan glossy, goresan halus lebih terlihat karena cahaya memantul tidak rata. Sementara itu, permukaan matte cenderung menyamarkan baret. Dengan demikian, pilihan finishing ikut memengaruhi tampilan lantai Anda.
7. Berbeda dengan Rating PEI
Rating PEI menilai ketahanan glasir terhadap keausan pada skala 1 sampai 5. Sementara itu, skala Mohs menilai ketahanan gores. Karena itu, pakai keduanya bersamaan agar penilaian Anda lebih lengkap.
Cara Mengukur dan Memilih Keramik Lantai yang Tahan Gores

Setelah memahami dasarnya, kini saatnya Anda mempraktikkan pengecekan dan pemilihan. Berikut langkah praktis untuk menerapkan skala mohs keramik lantai di rumah Anda.
1. Minta Data Teknis dari Produsen
Tanyakan lembar spesifikasi produk yang memuat angka Mohs, rating PEI, dan daya serap air. Perlu Anda tahu, standar uji Mohs lama untuk ubin (EN 101) sudah tidak berlaku. Karena itu, anggap angka Mohs sebagai acuan, bukan satu-satunya penentu.
2. Lakukan Uji Gores pada Sampel
Uji pada keping sisa atau sampel, bukan pada lantai yang sudah terpasang. Gores permukaan secara perlahan di bagian yang tidak terlihat. Dengan begitu, Anda mengetahui kekerasannya tanpa merusak lantai.
3. Gunakan Benda Acuan Berurutan
Kuku jari menggores gipsum (2), koin tembaga menggores kalsit (3), dan pisau menggores fluorit (4). Sementara itu, kikir baja menggores feldspar (6) dan kuarsa (7) menggores kaca jendela. Jika kikir baja tidak mampu menggores keramik Anda, kekerasannya kemungkinan melebihi 6.
4. Bedakan Goresan dengan Bekas Logam
Benda logam yang lebih lunak sering meninggalkan garis abu-abu pada permukaan keras. Karena itu, lap garis tersebut dengan kain bersih terlebih dahulu. Jika garis hilang, itu hanya bekas logam, bukan goresan nyata.
5. Sesuaikan dengan Area Pemakaian
Ruang berlalu lintas ringan seperti kamar tidur dan kamar mandi cukup memakai PEI 2. Sebaliknya, area yang lebih padat membutuhkan PEI 3 atau 4. Dengan begitu, pilihan Anda sesuai dengan tingkat pemakaian lantai.
6. Lindungi Lantai dari Pasir dan Debu
Letakkan keset di pintu masuk agar pasir tidak menempel pada sepatu. Selain itu, sapu lantai secara rutin dan pasang bantalan felt pada kaki furnitur. Saat pembangunan, tutup lantai baru dengan kardus atau plastik agar tidak tergores.
7. Rawat dengan Pembersih yang Tepat
Pakai pembersih rumah tangga yang bebas asam agar permukaan tidak rusak. Sementara itu, untuk keramik mengilap, pertimbangkan wax khusus sebagai lapisan pelindung. Dengan demikian, kilap lantai tetap terjaga lebih lama.
Ayo segera beli keramik di Toko Keramik Surabaya! Terdapat banyak pilihan keramik dengan berbagai ukuran, motif dengan kualitas terbaik. Langsung saja hubungi admin kami melalui tombol WhatsApp di bawah ini.
Baca Juga: Keramik vs Vinyl Lantai: Mana yang Lebih Worth It untuk Rumah?
Kesimpulan
Pada akhirnya, skala mohs keramik lantai membantu Anda memilih permukaan yang tahan baret. Namun, padukan angka ini dengan rating PEI dan kebutuhan tiap area. Selain itu, perlindungan dari pasir tetap menjadi kunci lantai awet. Dengan begitu, lantai Anda tampil mulus selama bertahun-tahun.
